|
BANTEN, SUARA KARYA – Kualitas pendidikan sangat ditentukan dari konsentrasi tenaga guru dalam melakukan pengajaran kepada setiap anak didik di sekolah. Setelah program penambahan jumlah guru, di berbagai sekolah pada tahun 2010 Dinas Pendidikan Provinsi Banten memprogramkan peningkatan manajemen sekolah, khususnya pada sekolah dasar (SD) di seluruh kabupaten/kota daerah ini.
Program ini dimaksudkan agar tenaga pendidik (guru) secara khusus dapat terkonsentrasi pada urusan belajar dan mengajar saja. Sedangkan manajemen sekolah, secara khusus ditangani oleh tenaga administrasi saja. Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan Banten, Didin Suhabudin, mengatakan, selama ini guru sering disibukkan mengurus administrasi di sekolah tempatnya mengajar. "Untuk tahun 2010 ini, secara bertahap akan diperbaiki. Jadi, untuk urusan administrasi, hanya boleh dilakukan oleh tenaga administrasi secara khusus," tuturnya. Menurut Didin, program peningkatan manajemen sekolah tersebut dimaksudkan agar mutu pendidikan sejak dari sekolah dasar makin berkualitas. "Di setiap sekolah dasar diusahakan agar ditunjuk minimum satu orang staf sebagai tenaga administrasi/tata usaha," kata Didin. Tenaga staf tersebut, menurut Didin, secara khusus mencatat seluruh aset sekolah, mengurusi keluar-masuknya surat-menyurat dan lain-lain yang berkaitan dengan administrasi. "Sebab, selama ini, terutama sekolah-sekolah yang berada di pedalaman masih banyak dijumpai kepala sekolah yang berfungsi sebagai kepala tata usaha. Ini juga sangat mengganggu dalam upaya peningkatan mutu pendidikan," tuturnya. Untuk honor tenaga administrasi dimaksud, menurut Didin, antara lain dapat menggunakan dana BOS yang digulirkan pemerintah. (Wisnu) (Sumber : SUARAKARYA-ONLINE.com, 21 Januari 2010)
|