|
SERGAI, SUARA KARYA – Setelah sukses mengadakan pelatihan kewirausahaan (entrepreneurship) bagi 150 pelajar di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara (Sumut), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bisukma Medan melaksanakan kegiatan serupa untuk 100 pelajar SMA dan kejuruan di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumut.
Kegiatan "Entrepreneurship Challenge 2010" yang berlangsung dua hari itu dibuka Bupati Sergai, Erri Nuradi, Selasa (19/1), di Sei Rampah (sekitar 70 km selatan Medan), dihadiri para kepala sekolah yang ada di Kabupaten Sergai, pihak perbankan (Bank Sumut), Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Koperasi/UKM Sergai, dan Ketua Umum LSM Bisukma Ir Erikson Sianipar MM. Sebagai narasumber pemberi pelatihan, Dr Ir Rosda Nelly Hasibuan (pakar kewirausahaan/dosen Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara/USU), dan Buchari ST, MKes (dosen FT USU). "Apa yang dilaksanakan LSM Bisukma yang berfokus pada peningkatan mutu pendidikan, saya rasa sangat positif, terutama untuk mengurangi penganggur setelah para pelajar lulus dari pendidikan SLTA. Bisukma memberikan bekal pengetahuan bidang kewirausahaan agar para pelajar setelah tamat bukan melulu jadi pencari kerja atau pegawai negeri, melainkan menciptakan lapangan usaha baru, sekaligus memberi lapangan kerja," kata Bupati Sergai yang diwakili Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Drs Rifai Bakri Tanjung. Hal yang membuat bangga Bupati Sergai bahwa pelatihan bagi pelajar tidak dikutip biaya atau dibebankan kepada Pemkab Sergai, tetapi ditanggung oleh LSM Bisukma. "Saya minta agar para pelajar serius mengikuti pelatihan dan jangan sia-siakan ilmu yang diberikan para narasumber. Ini untuk bekal anak-anak setelah tamat dari SLTA, agar tidak menjadi penganggur, tapi bisa menciptakan lapangan usaha baru," ujar perwakilan Bupati Sergai. Bupati juga meminta agar LSM Bisukma tidak berhenti sampai di sini saja. "Kami minta agar Bisukma memberi pelatihan kepada pendidikan luar sekolah, yaitu Paket A dan B. Kepada para kepala sekolah perlu juga diberikan bekal serupa agar dapat dikembangkan kepada masyarakat sekitar. Dengan demikian, dapat memberikan penghasilan kepada keluarga," katanya. Ketua Umum Bisukma Erikson Sianipar mengatakan, LSM yang dipimpinnya berbeda dengan LSM lain. LSM ini berfokus pada peningkatan mutu pendidikan, terutama memberikan bekal kepada pelajar bagaimana menjadi seorang wirausaha yang mandiri setelah tamat dari pendidikan formal. "Kami tidak mengutip atau membebankan biaya kepada pemkab, tapi dari dana sendiri," kata Erikson didampingi Bendahara Linda Christina Sinaga, SE. Menjawab pertanyaan Suara Karya, Ketua LSM Bisukma mengatakan, setelah melaksanakan kegiatan kewirausahaan bagi 150 pelajar SLTA di Tapanuli Utara (Taput), Agustus lalu, belum lama ini pemkab setempat meminta kepada Bisukma untuk memberi pelatihan entrepreneurship kepada para kepala desa dan kepala sekolah yang ada di kabupaten tersebut. Pemkab menilai latihan entrepreneurship yang diberikan kepada pelajar di sana cukup positif. "Setelah mendapat pelatihan dari kami, para kepala desa dan kepala sekolah nanti akan memberikan kegiatan serupa kepada masyarakat sekitar sehingga masyarakat mendapat penghasilan tambahan dari ilmu yang diberikan. Kami berencana, April ini, ke Taput lagi memenuhi permintaan Pemkab Taput, memberikan pelatihan kewirausahaan kepada kepala desa dan kepala sekolah," kata Erikson Sianipar. (M Tampubolon) (Sumber : SUARAKARYA-ONLINE.com, 22 Januari 2010)
|